Transformasi Identitas Digital dalam Bisnis di Masa Pandemi Covid-19



Sektor bisnis adalah salah satu sektor yang terkena dampak di masa pandemi Covid 19. Beberapa negara yang memberlakukan lockdown pun secara mendapat dampak dari perlambatan ekonomi. Sementara sektor bisnis harus mampu untuk bertahan dengan melakukan transformasi digital salah satunya dengan implementasi identitas digital.


Sebelum membahas tentang implementasi identitas digital, sektor bisnis perlu menyadari hal-hal yang menjadi pemicu pentingnya transformasi teknologi. Beberapa tersebut diantaranya menurunnya kontak langsung dengan konsumen, penjualan yang berkurang, termasuk juga masalah produktivitas yang terganggu.


Kontak Secara Langsung dengan Konsumen Menjadi Menurun


Perusahaan besar seperti dunia ritel, perbankan, dan industri hiburan seringkali melibatkan banyak orang. Terutama dalam hal memberikan pelayanan. Banyak jenis perusahaan tersebut beralih ke ranah digital guna mengurangi kontak langsung dengan konsumen mereka.


Akibatnya, dari segi interaksi untuk meningkatkan engagement berkurang. Kemudian, keintiman antara konsumen dengan perusahaan juga berkurang. Untuk bisnis yang mengandalkan tatap muka langsung seperti dalam industri pariwisata dan perhotelan, jelas ini menjadi sebuah pukulan telak.


Penjualan Menurun


Selanjutnya adalah terkait dengan penjualan. Hal ini sebenarnya merupakan dampak berkelanjutan dari adanya pembatasan interaksi langsung terhadap konsumen. Khususnya dalam hal penjualan barang-barang yang sifatnya tidak lama. Seperti industri di bidang restoran.


Hal ini berlaku di hampir seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia. Data survei dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), melansir dari Katadata menyebutkan jika Covid 19 mempengaruhi penjualan makanan olahan hingga 30%. Penjualan yang menurun ini juga disebabkan karena rendahnya daya beli masyarakat.


Lalu ditambah pula ketidakmampuan bagi industri makanan ini di ranah digital. Sehingga, bagi industri makanan yang berskala kecil, ini pun akan menjadi tantangan tersendiri. Sebab, mereka biasanya mengandalkan pembelian produk oleh konsumen yang dilakukan secara konvensional.


Bisnis tak Mampu Melanjutkan Produksi


Ketika bisnis yang mengandalkan strategi konvensional segi engagementnya menurun, begitu juga tingkat penjualannya, ini akan berdampak panjang terhadap kemampuan produksi. Ambil contoh untuk kasus bisnis restoran di atas di Amerika Serikat.


Berdasarkan data National Restaurant Association yang dilansir oleh Business Insider menyebutkan jika ada sekitar 110.000 restoran diperkirakan tutup permanen dalam beberapa bulan ke depan. Begitu juga dengan 30.000 restoran lainnya yang juga diramalkan bakal bernasib sama. Demikian pula dengan industri restoran yang ada di penjuru dunia.


Dampak lainnya ketika perusahaan tidak mampu melanjutkan produksinya, maka di sini terjadi gelombang pemberhentian karyawan secara bertahap. Baik itu dirumahkan maupun diberhentikan dengan beberapa persyaratan.


Di sinilah akan terjadi dampak secara sosial yang meluas. Apalagi bagi perusahaan yang tidak mampu melakukan adaptasi di ranah teknologi digital dalam manajemen perusahaan dan mengelola karyawan.


Tentu yang akan menjadi pekerjaan rumah bagi perusahaan ini adalah selain bagaimana memikirkan nasib karyawan yang dirumahkan, di sisi lain juga menjadi bahan evaluasi nantinya untuk menyelenggarakan pelatihan maupun pemberlakukan teknologi digital kepada karyawan dan manajemen perusahaan.


Transformasi Teknologi Digital Dapat Menyelamatkan Sektor Bisnis


Meskipun pandemi Covid 19 berdampak signifikan bagi bisnis, namun disisi lain masih ada harapan dan kabar baik. Kabar baik tersebut hanya berlaku jika para pelaku industri lebih aktif untuk mengubah perilaku dan beradaptasi.


1. Memacu Perusahaan untuk Lebih Kreatif


Saat terdesak biasanya membuat seseorang lebih untuk berpikir kreatif. Begitu juga yang harus dilakukan oleh perusahaan dan bisnis. Misalnya saja, dari segi produksi perusahaan yang bergerak di bidang garmen hanya memproduksi untuk pakaian biasa, maka saat ini produksinya juga beralih ke pakaian lain. Seperti pakaian untuk tenaga medis maupun masker.


Sementara dari segi manajemen para pemangku perusahaan juga semakin kreatif dalam beradaptasi. Beberapa instansi negara maupun perusahaan besar kini mulai terbuka menggunakan teknologi digital untuk menunjang kegiatan bisnis. Rapat yang sebelumnya dilakukan terbuka, kini bisa di mana saja menggunakan fitur online meeting.


Adanya online meeting ini dapat dilakukan bila masing-masing pemangku bisnis dan pihak terkait memiliki identitas digital. Identitas digital inilah yang nantinya digunakan untuk mengakses fitur-fitur online meeting.


2. Penjualan Online Semakin Meningkat


Pemberlakuan pembatasan kegiatan sosial, termasuk berbelanja secara langsung telah mengubah pola hidup masyarakat. Melihat situasi seperti ini, perusahaan penting untuk melirik penjualan melalui sistem online. Sebab, dengan cara ini penjualan bisa tetap berjalan dan melayani kebutuhan konsumen dengan baik.


Selama masa pandemi, penjualan online berdasarkan data survei Bazaarvoice yang dilansir oleh Marketing Weeks menyebutkan terjadi peningkatan sekitar 21% masyarakat berbelanja dari rumah. Sementara itu, ada sekitar 41% masyarakat melakukan belanja online selama masa pandemi. Mereka adalah konsumen yang biasa melakukan belanja di toko ketika masa normal.


Meningkatnya belanja online di masa pandemi dikarenakan adanya kemudahan akses. Sebagai contoh, para pembeli atau konsumen hanya memasukkan identitas digital mereka untuk keperluan transaksi. Meskipun melakukan transaksi atau belanja melalui layanan online, bukan berarti menurunkan kualitas produk bagi perusahaan.


Hal yang menjadi tolok ukur konsumen dalam berbelanja online seperti dilansir oleh survei tersebut di antaranya adalah dari segi kualitas, harga, dan brand. Sedangkan yang utama adalah dari segi keamanan dan kenyamanan dalam berbelanja.


3. Transformasi Digital Menjadi Genting


Dampak lainnya dari pandemi Covid 19 adalah kesadaran masyarakat akan teknologi digital menjadi semakin tinggi. Pada masa seperti ini, teknologi digital menjadi tumpuan bagi masyarakat dan perusahaan. Terlebih lagi dengan kehadiran smartphone yang mempermudah akses masyarakat pada teknologi internet. Dalam buku ‘Digital Wars: Apple, Google, Microsoft and The Battle for The Internet’ disebutkan bahwa keberadaan smartphone dapat menjadi peralihan penting dari teknologi pendahulunya.


Anggapan itu seolah terbukti pada masa sekarang. Bila dulu fitur-fitur teknologi digital hanyalah sebagai sebuah pilihan, maka sekarang adalah sebuah kewajiban. Terutama dalam penggunaan komputasi awan, penerapan identitas digital untuk berbagai keperluan, dan masyarakat pun semakin aware dengan identitas digital yang dimiliki.


Tentu saja kehadiran teknologi digital ini akan membuat operasional perusahaan semakin digital di masa mendatang. Termasuk setelah era pandemi Covid 19 yang juga disebut dengan new normal. Transformasi teknologi digital yang baik akan memberikan dampak positif dan signifikan.


Efektivitas Identitas Digital sebagai Strategi Transformasi Digital


Smartphone dan tablet memang menjadi tonggak peralihan radikal dalam aktivitas manusia. Dengan pola pikir demikian, terlebih di masa-masa sulit seperti sekarang membuat perusahaan lebih berfokus pada transformasi digital.


Sebagian besar perusahaan bahkan mengakui adanya transformasi digital membawa dampak yang signifikan terhadap bisnis mereka. Laporan dari Forrester yang ditulis di laman HelpNet Security menyebutkan jika 56% perusahaan saat ini telah menuju proses digitalisasi. Kemudian, 38% lainnya mengatakan jika adanya transformasi digital bagi perusahaan membawa perubahan besar dan berdampak untuk tahun-tahun berikutnya.


Salah satu transformasi digital yang paling berpengaruh bagi sebuah bisnis dan perusahaan adalah penerapan identitas digital. Sebagai pendorong utama dalam transformasi digital perusahaan, market value dari teknologi identitas digital mampu mencapai 20 miliar dolar di berbagai penjuru dunia berdasarkan data McKinsey.


Dari sini, kemudian tidaklah mengherankan jika muncul perusahaan teknologi yang menawarkan fitur identitas digital dan bekerjasama dengan bisnis lainnya guna memberikan layanan teknologi untuk perusahaan maupun instansi untuk melayani masyarakat.


Setidaknya, ada beberapa alasan mengapa identitas digital menjadi bagian penting bagi perusahaan Anda di masa pandemi dan setelahnya. Berikut di antaranya yang dilansir dari laman HelpNet Security.


1. Otentikasi Lebih Mudah


Manfaat dari adanya identitas digital adalah dari segi otentikasi. Proses otentikasi secara tradisional seperti penggunaan password media sosial, saat ini tidak dianjurkan. Tujuannya untuk menekan kejahatan dunia cyber. Otentikasi dua langkah yang umum dilakukan sebelumnya dinilai bermasalah, sebab terdapat ‘man in the middle’ dalam hal ini seorang peretas dapat ‘mencegat’ pesan yang akan dikirimkan kepada pengguna dan digunakan untuk tujuan yang melanggar hukum.


Melihat kondisi tersebut, kini banyak perusahaan mulai menerapkan proses otentikasi satu langkah. Caranya dengan metode biometrik sidik jari, pemindaian wajah, dan metode blockchain identitas digital. Dengan proses otentikasi yang lebih mudah, selain memberikan pengalaman digital lebih baik juga memberikan jaminan keamanan terbaik kepada konsumen terhadap identitas digital mereka.


2. Perusahaan dapat Mempertahankan Kembali Kepercayaan Pelanggan


Tidak mudah memang membangun kepercayaan pelanggan bagi sebuah perusahaan. Di sini diperlukan sebuah komitmen tinggi di masa pandemi. Bagi perusahaan yang ingin bertransformasi secara digital kepercayaan dari konsumen wajib dijaga dengan baik.


Sebab, survei PwC menyebutkan ada sekitar 25% konsumen percaya terhadap perusahaan dan bisnis dalam menjaga identitas digital mereka. Sementara, ada sekitar 87% lainnya beranggapan jika perusahaan atau bisnis gagal dalam menjaga hal tersebut, maka bukan tidak mungkin konsumen ini beralih ke pesaing Anda.


Adanya kasus peretasan dan penyalahgunaan identitas digital menjadi tantangan baru bagi perusahaan dan bisnis untuk lebih peka dalam menjaga data pribadi konsumen. Ada dua tujuan bagi perusahaan menggunakan identitas digital dalam membangun kepercayaan konsumen ini.


Pertama, menjaga identitas dan keamanan konsumen. Sehingga mereka lebih nyaman dan dapat menciptakan adanya customer experience yang baik dan mencegah peretasan data penting. Kedua, dengan menggunakan metode verifikasi yang aman dan modern membuat perusahaan mudah memverifikasi bahwa konsumen mereka ada secara nyata. Hal ini juga penting untuk melacak customer journey, sehingga memudahkan pula bagi perusahaan dalam merancang strategi penjualan di masa mendatang berdasarkan data tersebut.


3. Membantu Operasional Perusahaan dalam Skala Besar


Sistem identitas digital menjadi sebuah solusi di tengah pandemi Covid 19 karena dianggap dapat membantu perusahaan dalam skala besar. Khususnya pada identitas digital yang memiliki fitur canggih terkini seperti kecerdasan buatan (AI), metode biometrik, dan tanda tangan digital. Di mana keduanya mampu memverifikasi data digital sesuai dengan data asli milik konsumen.


Metode biometrik dan tanda tangan digital banyak digunakan untuk keperluan liveness check. Dalam artian, di masa pandemi Covid 19 di mana pembatasan sosial sangat ketat dan kehadiran seseorang untuk memverifikasi data terbatas, maka biometrik dan tanda tangan digital dianggap mampu mewakili kehadiran seseorang. Meski begitu, segala dokumen dan keperluan lainnya yang menyangkut bisnis dari perusahaan klaim keabsahannya tetap sah.


Di sisi lain, metode penggunaan identitas digital tersebut dinilai efektif dalam memangkas waktu maupun memberikan customer experience terbaik. Inilah yang sering digunakan oleh beberapa perusahaan besar terutama travel agent, bisnis perbankan dan keuangan, hingga tingkatan pemerintahan.


Dari ulasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa pandemi Covid 19 telah membawa perubahan besar bagi keberlangsungan bisnis maupun perusahaan. Transformasi digital khususnya teknologi identitas digital pun seolah menemukan momentum. Dengan demikian, perusahaan diharapkan lebih dinamis dalam menghadapi perubahan di masa mendatang.









Source:

4 tampilan
logo.png

About VIDA

VIDA provides a trusted digital identity platform. It empowers individuals and businesses with the ability to effortlessly control their most valuable information – their data and identity – while protecting this private information with the highest standards of security.

Connect with Us

  • Twitter - White Circle
  • Facebook - White Circle
  • LinkedIn - White Circle
  • Instagram - White Circle

copyrights 2019 © VIDA